Kalah .
Dan akhirnya aku kalah sekali lagi , saat logika dan perasaanku kembali sependapat tentangmu
Setelah aku begitu berusaha untuk membangun benteng untuk menolak kehadiranmu , bahkan untuk sebatas namamu .
Malam ini , di setiap perputaran oksigen dalam darahku , mereka terus bergumam .
Entah kenapa , kau cantik seperti dulu , meski aku tetap tak ingin mengiyakan mereka .
Karna malam ini , kau secantik kau di malam pertama aku menggenggam tanganmu di lorong sekolah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar